Sebuah resepsi pesta pernikahan warga setempat, yang mana tenda tamu dan undangan serta alat hiburan orgen tunggal memenuhi seluruh badan jalan.
Kepala Dinas Perhubungan Pariaman, Yandri Leza saat dihubungi melalui pesan Whatsapp menjelaskan, bahwa pihaknya memberikan izin hanya untuk pemakaian separo badan jalan.
"Namun pada kenyataannya mereka memakai seluruh fasilitasi umum. Dan karena pestanya hari ini juga, secara kemanusiaan tidak bisa kita membongkar karena tendanya sudah terpasang, kedepan akan kita beri sanksi pembongkaran,"pungkasnya
Ia juga meminta maaf kepada pihak-pihak yang merasa dirugikan atas keteledorannya tidak mengecek kembali pemilik pesta pernikahan, setelah izin dikeluarkan.
"Kedepan akan kita bicarakan bersama tiga lembaga, Pol. PP, Dishub dan Satlantas Pariaman. Karena ini persoalan yang tidak dapat diselesaikan oleh Dishub sendiri," pungkas Yandri Leza.
Sementara itu Kasatlantas Polres Pariaman Iptu. Albert Hutagalung setelah mendapatkan informasi bahwa ditutupnya jalan umum oleh acara resepsi pesta pernikahan merupakan pelanggaran.
Yang mana jalan umum merupakan hak seluruh pengguna jalan. Ia juga langsung memerintahkan anggota Lantas untuk mengecek ke lapangan.
"Sekarang kita beri teguran dan periksa dulu pengelola atau warga yang mengadakan pesta pernikahan. Dan menempatkan anggota pengamanan di lokasi,"tutupnya. (war)
No comments:
Post a Comment