FS.Pessel(SUMBAR) - Menjelang Idul Fitri 2025, masyarakat Kecamatan Lengayang, Kabupaten Pesisir Selatan, mengalami kesulitan mendapatkan gas LPG subsidi tabung 3 kilogram.
Kelangkaan ini menyebabkan antrean panjang di berbagai agen dan pengecer, dengan harga jual yang melambung tinggi hingga Rp30.000 – Rp40.000 per tabung, jauh di atas harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.
Kelangkaan gas LPG subsidi ini diduga dipicu oleh beberapa faktor, termasuk kebijakan distribusi yang berubah, pengurangan kuota subsidi, serta praktik penimbunan oleh oknum agen dan pengecer.
Melambungnya harga ini justru dimanfaatkan oleh para pelaku pasar yang sengaja menimbun gas LPG subsidi untuk mendapatkan keuntungan yang lebih besar.
Akibatnya, masyarakat kecil yang sangat bergantung pada gas ini untuk kebutuhan sehari-hari menjadi pihak yang paling terdampak.
"Kelangkaan gas elpiji 3 kg bersubsidi merupakan masalah yang perlu mendapatkan perhatian serius dari pemerintah dan pihak terkait. Penyebab kelangkaan ini bervariasi, mulai dari pengurangan kuota subsidi, perubahan kebijakan distribusi, hingga disparitas harga dengan gas non-subsidi," ujar salah satu warga setempat, Jumat (28/3/2025).
Sejumlah warga berharap pemerintah segera turun tangan untuk mengatasi masalah ini, baik dengan menambah pasokan maupun mengawasi distribusi agar tidak terjadi penimbunan.
Jika kondisi ini terus berlanjut, dikhawatirkan harga gas LPG subsidi akan semakin melambung, menambah beban ekonomi masyarakat yang sudah berat menjelang perayaan Lebaran.
Pihak berwenang diharapkan segera mengambil langkah tegas untuk memastikan distribusi gas LPG subsidi berjalan lancar dan sesuai GK peruntukannya, serta menindak tegas para agen dan pengecer nakal yang memanfaatkan situasi demi keuntungan pribadi.
Kontributor:Roni prima.
No comments:
Post a Comment