![]() |
Putra dan putri Solok Selatan penerima beasiswa dari PT Supreme Energy Muara Laboh (SEML) bangga dan semangat bersama Site Support Manager PT SEML, Erwin Patrisa Floris usai menerima beasiswa. |
FS.Solok Selatan(SUMBAR) - Pendidikan merupakan salah satu mata rantai kemiskinan. Lemahnya pendidikan individu atau suatu kelompok masyarakat sangat berpengaruh pada tingkat pendapatan atau usaha ekonomi masyarakat. Kalaupun ada yang kurang pendidikan kemudian ia berhasil dibidang ekonomi, itupun hanya satu atau dua orang saja dalam suatu kelompok masyarakat. Maka, orientasi pendidikan sangat tepat untuk menjadi bagian dalam memutus mata rantai kemiskinan.
Tanpa pendidikan yang memadai, seseorang akan memiliki keterbatasan dalam mengakses pekerjaan yang layak dan berpenghasilan cukup. Akibatnya, mereka sulit meningkatkan taraf hidup, dan kondisi ini dapat berlanjut ke generasi berikutnya jika anak-anak mereka juga tidak mendapatkan pendidikan yang baik.
Sebaliknya, dengan pendidikan yang lebih baik, seseorang memiliki peluang lebih besar untuk mendapatkan pekerjaan yang lebih baik, kesejahteraan ekonomi, serta keluar dari lingkaran kemiskinan. Oleh karena itu, pendidikan sering dianggap sebagai kunci utama dalam memutus rantai kemiskinan dan menciptakan perubahan sosial yang berkelanjutan. Hal yang sama juga berlaku untuk bidang kesehatan. Rendahnya kesehatan kelompok masyarakat, maka sangat berpengaruh pada keberlangsungan hidup dan mempengaruhi kemampuan berusaha untuk memperoleh penghasilan yang bermuara pada kemiskinan.
Artinya pendidikan dan kesehatan merupakan hal penting dan menjadi harapan banyak masyarakat dalam mengarungi kehidupan di dunia ini. Muaranya tentu dengan pendidikan yang memadai, didukung dengan kesehatan tubuh, maka berbagai aktifitas dan usaha yang dilakukan akan dapat berjalan sebagaimana mestinya.
Beranjak dari itu pula, kehadiran perusahaan konsorsium PT Supreme Energy Muara Laboh (SEML), INPEX Geotermal, dan Sumitomo Corporation yang memiliki usaha Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) di Muara Laboh Kabupaten Solok Selatan sangat berdampak langsung dan bernilai positif untuk kemajuan pendidikan dan kesehatan masyarakat di wilayah operasional Solok Selatan tersebut.
Selain itu, persoalan pendidikan dan kesehatan juga bagian terpenting dalam Community Development Program 2023 -2024 yang sudah dilaksanakan PT SEML tersebut bersamaan dengan 3 pilar lainnya. PT. SEML yang sudah memulai operasional usaha Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi tahap pertama di Solok Selatan pada 16 Desember 2021dengan kapasitas terpasang 86 MW, sudah memprogram untuk turut membantu masyarakat lingkungan perusahaan melalui program CSR / TJSP (Tanggung Jawab Sosial Perusahaan) yang salah dari empat fokus pilar dukungan program bantuan adalah untuk Pendidikan dan Kesehatan masyarakat.
![]() |
Field Relations Superintendent, Bujang Joan bersama M. Roza saat kegiatan Donor Darah bersama PMI Solok Selatan di GOR Gelora Masyarakat Pekonina menyerahkan hadiah pada pengurus PMI Solok Selatan. |
Bentuk dukungan Perusahaan dibidang pendidikan melalui TJSP misalnya, pihak PT SEML siap mendukung memajukan pendidikan yang lebih baik dan luas bagi anak-anak di wilayah operasional, seperti mendukung pengembangan gedung sekolah, beasiswa, penyediaan buku-buku, perpustakaan dan peralatan yang berhubungan dengan pendidikan dan guru.
Hal yang sama juga dilakukan untuk bidang kesehatan. Artinya pihak perusahaan juga siap memberi kesempatan untuk mendapatkan akses kesehatan yang lebih baik dan luas bagi masyarakat. Mulai dari pengobatan gratis, khitanan massal, operasi katarak dan pelayanan kesehatan lainnya, dan juga membangun fasilitas kesehatan.
Menyimak dari Sosialisasi Rencana Pengembangan PLTP Muara Laboh Unit-2 dalam kegiatan Media Ghatering PT Supreme Energi Muara Laboh dan Kontraktor EPC (IKPT) bersama wartawan se-Solok Selatan di Hotel Santika Premiere Padang pada tanggal 15 dan 16 Pebruari 2025, pihak PT SEML dengan dukungan Pemda Solok Selatan tetap komit dan senantiasa siap untuk turut mendukung kemajuan sumberdaya manusia di Kabupaten Solok Selatan melalui berbagai program pembangunan masyarakat.
Salah satu yang menjadi hal penting dalam pembahasan ini, dan sudah ditata dalam Pilar Pendidikan dan Kesehatan oleh perusahaan tersebut terdapat tiga kegiatan (program), diantaranya Beasiswa dengan kategori Tunas Pratama yaitu beasiswa untuk kelas XII SMA. Beasiswa Tunas Pratama untuk pelajar kelas XII SMA/MA diberikan biaya pendidikan Rp5 juta/tahun dan melewati proses seleksi psikotes, wawancara dan nilai rata-rata diatas 85 (sekolah di Solsel dan berasal dari Solsel).
Baru-baru ini ada 5 sekolah yang mendapatkan kuota untuk 25 orang calon memperoleh program beasiswa, yang terjaring antara lain, MAN 1 sebanyak 1 orang, SMAN 1 sebanyak 12 orang, SMAN 4 nihil, SMAN 6 sebanyak 4 orang dan SMAN 3 sebanyak 8 orang siswa.(sumber berita Fokussumaterq.com).
Terbukti anak-anak Solok Selatan itu bisa bersaing di tingkat Regional bahkan Nasional. Dari 25 anak kelas 12 di 5 sekolah SMA/MA yang menerima beasiswa pendidikan dari PT SEML tersebut, 64 persen lulus SNBP dan SNBT.
Berikutnya Beasiswa Tunas Madya yaitu untuk mahasiwa yang sedang proses lulus SNBP dan SNBT di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dengan Jurusan Teknik (sekolah di Solsel dan berasal dari Solsel). Biaya hidup ditanggung sampai tamat kuliah dengan syaratnya, harus membuat video singkat dengan tema "mengapa harus mendapatkan beasiswa Tunas Madya PT SEML dan mengambil Prodi/jurusan yang diambil di PTN". Selain itu juga mengikuti Medical Check Up (MCU), psikotes dan tes akademik.
Beasiswa ini (Tunas Madya-red) seharusnya menjadi bagian yang sangat penting untuk mendorong generasi usia pendidikan di Solok Selatan dalam mencapai ilmu dibidang teknik, dengan harapan akan dapat menjadi pelaku untuk usaha pembangunan PT Supreme Energy Muara Laboh dimasa datang atau pembangunan bidang teknologi lainnya di daerah tersebut khususnya, Indonesia umumnya.
Sementara itu Beasiswa Tunas Cerdas yaitu untuk mahasiwa minimal semester 3 dan maksimal semester 6 (KTP Solsel). Bahkan penerima beasiswa ini diutamakan penerima PKH, dengan IPK (Indeks Prestasi Komulatif) terakhir 3,5 selanjutnya harus membuat essay 4.000 kata tema "partisipasi dalam mendukung pengembangan energi bersih di Indonesia". Bagi penerima beasiswa ini diberikan bantuan uang kuliah maksimal Rp10 juta/tahun.
Selain tiga kategori beasiswa yang sudah disiapkan PT SEML, untuk pelajar dan mahasiswa Solsel itu. Pihak perusahaan juga punya program beasiswa Tunas Merdeka. Selanjutnya untuk mendukung pembangunan Sumber Daya Manusia bidang pendidikan di Solsel tersebut tidak saja untuk siswanya, akan tetapi ada juga untuk tenaga pendidik, melalui program peningkatan kapasitas pengajar.
Pada tahun 2024 ada program untuk peningkatan kapasitas pengajar SMA di dua SMA Binaan Supreme Energy Muara Laboh, antara lain untuk pembinaan pengajar di SMA Negeri 4 Solok Selatan dan SMA Negeri 6 Solok Selatan.
Selanjutnya adalah Pilar untuk program kesehatan masyarakat, diantaranya pelaksana rutin kegiatan donor darah, baik yang dilaksanakan dilingkungan perusahaan maupun yang dilaksanakan dilokasi lainnya, seperti di GOR Gelora Energy dan di area Pondok Pesantren yang dekat lokasi usaha PT SEML serta dibeberapa tempat lainnya.
Kegiatan donor darah juga bekerjasama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Solok Selatan dan Unit Transfusi Darah Rumah Sakit (UTDRS) RSUD Solok Selatan dan Dinas Kesehatan Solok Selatan. Kegiatan donor darah merupakan bagian dari komitmen perusahaan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) dalam menjalankan tanggung jawab sosial atau salah satu dari 4 Pilar CSR perusahaan untuk masyarakat Solsel.
Masalah dukungan PT SEML terkait kesehatan masyarakat disekitar wilayah operasional Solok Selatan tidak saja kegiatan donor darah. Namun ada juga kegiatan dan dukungan pihak perusahaan PLTP Muara Laboh ini untuk mendapatkan akses kesehatan yang lebih baik dan lebih luas bagi masyarakat setempat, melalui kegiatan pengobatan gratis, khitanan massal, operasi katarak dan pelayanan kesehatan lainnya, seperti dalam upaya penanggulangan stunting. Melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), PT SEML menjalankan berbagai inisiatif untuk mendukung peningkatan gizi dan kesehatan ibu serta anak di wilayah sekitar operasionalnya.
Salah satu bentuk dukungan nyata adalah penyediaan bantuan gizi bagi balita yang mengalami stunting, serta edukasi kesehatan bagi ibu hamil dan menyusui. Program ini bekerja sama dengan tenaga kesehatan dan pihak pemerintah daerah untuk memastikan intervensi yang tepat guna dalam menekan angka stunting.
Selain itu, Supreme Energy Muara Laboh juga aktif dalam meningkatkan akses masyarakat terhadap air bersih dan sanitasi yang layak, sebagai faktor penting dalam pencegahan stunting. Juga ada pembangunan fasilitas MCK, penyediaan air bersih, serta sosialisasi pola hidup sehat menjadi bagian dari upaya berkelanjutan yang dilakukan perusahaan.
"Kami menyadari bahwa kesehatan masyarakat, khususnya generasi penerus, adalah hal yang sangat penting. Oleh karena itu, kami terus berupaya mendukung program Pemerintah dalam mengatasi stunting melalui berbagai inisiatif yang berkelanjutan," ujar Site Support Manager PT SEML, Erwin Patrisa Floris didampingi Relation PT. SEML, M. Roza dalam suatu pembicaraan.
Program ini mendapat apresiasi dari masyarakat setempat, yang merasakan manfaat nyata dukungan PT SEML untuk kesehatan masyarakat. Dengan adanya kolaborasi antara pihak swasta, pemerintah, dan masyarakat, diharapkan angka stunting diwilayah ini dapat terus menurun, menciptakan generasi yang lebih sehat dan berkualitas dimasa depan.
Melalui berbagai inisiatif ini, PT SEML berharap dapat terus berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar, sejalan dengan komitmen perusahaan dalam menjalankan usaha yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.
Harapannya, masyarakat di Solok Selatan tempat operasional Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) ini akan lebih baik kualitas pendidikan dan kesehatannya. Selain itu juga akan menjadikan generasi penerus di daerah tersebut dalam melanjutkan pembangunan Energi Baru Terbarukan (EBT) di Solok Selatan khususnya di Sumbar umumnya.
Bahkan kedepannya, penerus dalam pembangunan usaha PLTP di daerah yang kaya dengan potensi sumber panas bumi ini akan menjadi tokoh dan pelaku untuk keberlanjutan pembangunan usaha Energi Baru Terbarukan tersebut.
Beranjak dari itu pula, sudah saatnya keberadaan PT. SEML di Solok Selatan dapat menjadi bagian yang perlu disyukuri oleh seluruh masyarakat setempat dengan kegiatan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP).
Bahkan pada pembangunan tahap 1 sudah dimulai operasional usaha Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi tahap pertama di Solok Selatan pada 16 Desember 2021dengan kapasitas terpasang 86 MW. Kemudian pada 23 Desember 2024, kembali PT SEML yang merupakan perusahaan patungan PT Supreme Energy Sumatera, Sumitomo Corporation dan INPEX Geothermal Ltd melakukan penandatanganan Amandemen Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (PJBTL) / Power Purchase Agreement (PPA) dengan PT. PLN (Persero) untuk pengembangan Unit 2 (80 MWP dan Unit 3 (60 MW) dengan total 140 MW.
Artinya, dengan adanya pengembangan unit 2 dan unit 3 Pembangkit Listrik Tanaga Panas Bumi (PLTP) Muara Laboh, sudah tentu kedepannya akan lebih terbuka peluang untuk dukungan pembangunan sumber daya manusia lewat program CSR perusahaan bidang pendidikan dan kesehatan di Solok Selatan. Kekayaan alam Solok Selatan dengan potensi panas bumi, sangat perlu disyukuri apalagi dikelola dengan baik dan benar dan dipastikan dampaknya akan dapat untuk kemajuan masyarakat Solok Selatan secara umum. Terutama untuk menunjang pendidikan dan kesehatan. Semoga.(***)
Penulis : Afrizal Amir
No comments:
Post a Comment